Langsung ke konten utama

Harap Gersang dan Puisi lainnya

 


Ilustrasi: Moch Aldy MA/Omong-Omong


Harap Gersang

Di dalam jantung kapitalisme
Setiap tubuh adalah
fetisisme komoditas
Pekerja dan mata dagangan
yang tak selaras
Perlahan teralienasi
dari cetak biru organik

Pindailah hari,
Ramai manusia kehilangan
kemanusiaannya
Terjebak labirin abreaksi

Lalu…
Produksi kepemilikan komunal,
keadilan distribusi, tenggelamnya
per-kasta-an
Seakan doa dalam
harapan gersang
Diam-diam riuh pemuja
konformitas rela melahap
martabatnya agar bisa kenyang

(Depok, 2022)

Hidup Impor! 

Di zamrud khatulistiwa
Tubuh manusia diukur
dengan literan beras
Sementara khazanah pangan
kita masih luas
Sesungguhnya beras,
hanyalah sebentuk akselerasi kelas
Yang dieja peluang
pemangku kebijakan

Sang proklamator
pernah berbisik lewat Mustikarasa
Tololnya, dari seribu generasi,
yang baca hanya tiga

Sekisah historis kelam
mendadak bara
2015-2020 bukanlah tahun
kecintaan para dewa
400 ribu lahan pertanian
tersedot lubang hitam
2 juta ton beras menjelma
pupus harapan
Riuh konsesi mencaplok
areal persawahan
Tanah gambut dan padi
dipaksa kawin silang, berakhir
jadi lembah buangan
Lalu impor menjadi advertorial
Sebuah manifesto sepihak
dari mulut penguasa jahanam
2018, aroma impor digaungkan
2 juta ton beras impor disambut
tari selamat datang alih-alih
pusparagam pangan

Selamat petang
Singkong rebus, bubur sagu,
dan talas bersantan
Membisu lah dalam antrean,
sungguh daftar tunggu ini
masih panjang

(Depok, 2022)

Marhaen dan Alienasi

Satu-satunya manusia
Yang tak akan teralienasi
dari sebuah jati diri
Adalah Marhaen
Ia mendayungkan cangkulnya
ke langit
Menggali asa di padang hijau
Menghidupi desa
hingga perkotaan

Marhaen,
Yang bukan lagi impian
generasi Y-Z
Adalah adibibit dalam pena
Soekarno

(Depok, 2002)

Sepucuk Surat untuk “Mohr”

Dunia tak kian menghijau
Setelah kuantar kau pulang
ke alam malakut
Kapitalisme masihlah
pandom almanak
Kesejahteraan sosial
bak alkaline, zero daya

Pabrik-pabrik, mesin penggiling, gudang-gudang
Operasi kelamin jadi
perusahaan multinasional
Borjuis tetaplah pewaris tunggal
Proletariat tumbuh bercabang
Jadi akar rumput, kacung swasta,
dan budak korporat

Kau tahu, fragmen yang
paling mengerikan
Miliaran punggung berbangga
diri menjadi proletar
Sintas dalam mode bertahan
Berkubang dalam kemelekatan
Melahap gengsi dan
lemak-lemak hutang

(Depok, 2022)

Sartre dan Mimpi Beku

Setiap mengingat lantangmu:
“It isn’t freedom from.
It’s freedom to.”
Aku siap meledak
dalam lompatan
Tapi duplikat Smith
yang saban hari
paksaku berbaring
di ketiak kirinya
Diam-diam memasukkan
99,9% perasan keringatnya
ke dalam sakuku tanpa diminta

Seketika sirene EWS
meraung nyaring
Diikuti Boa pembelit
mengendusku rapat
Kala kulantukan syair
aliansi badut korporat

(Depok, 2022)

Puisi ini telah terbit di omong-omong https://omong-omong.com/harap-gersang-dan-puisi-lainnya/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nihilis Jenaka

      Remake of “La Femme qui pleure” (1937) - Pablo Picasso by Moch Aldy MA/Omong-Omong Nihilis Jenaka Aku memindaimu dibangkitkan kali kedua—lewat tubuh seorang nihilis muda dengan tato di lehernya amor fati,  lukisnya Segaris denganmu, IQ-nya mendadak 200+ pasca kehilangan  twinflame- nya Bertopeng komikal agar tak terlihat paling menggelegar Dan Rawi tumpah di kepalanya kala dia mulai berisik tentang raksi Qada dan Qadar Aku memuisikannya, Pena-nya adalah gong kebangkitan peran gandaku Sketsa-nya adalah empat kaki  Thoroughbred  yang meringkik vokal: Perempuan halal memimpikan apa saja, bahkan setelah menjadi ibu! merci mille fois! (Depok, 2022) – Sekotak Demotivasi        Seorang optimis mendayungkan sampan ke puncak magenta—menjaring ikan dari mangata ke angkasa Poseidon menghadang, meludahinya sedikit khotbah, lalu membekalinya sekotak demotivasi bertuliskan mantra dari pena bulu Angsa: Yang melekat akan k...

Algojo Perambutan dan puisi lainnya

  (Ilustrasi: Moch Aldy MA) Algojo Perambutan Di suatu negri bernama Aryan Hiduplah aliansi algojo moral bertentakel Saban hari hilir mudik melicin ke danau menenteng sepuluh ember berisi rambut perempuan Tiap tahun, debit rambut danau itu makin meninggi Seiring makin banyaknya perempuan diopresi Gunduli atau tutupi!!! Arab Spring  belum lama meledak Polarisasi masyarakat dan konflik horizontal bergejolak Lalu privasi keperempuanan adalah titik yang pertama ditombak Teks perambutan direbus tanpa bisa ditolak Rasanya Picasso harus dibangkitkan dari tidur panjang Kali ini  Guernica  harus dipenuhi potret rambut perempuan Karena segala pasungan pada ekspresi perempuan adalah perang! (Depok, 2022) ( Puisi ini kupersembahkan untuk mahsa amini, perempuan yang menjadi tumbal jilbabisasi paksa di iran). Kematiannya adalah bentuk ketidakberdayaan pemeluk pada toleransi – Puan dan Pembongkaran Puan … Orang bilang adnan bertengger di pelaminan Tapi, mengapa setelahnya kau dipor...